Toko Online Simpel Aja
Yak akhirnya diberanikan diri untuk mengembangkan situs toko online.
Menjual apa saja, dengan sarana pertemanan.
Ya setidaknya kami belajar untuk mencoba.
silahkan klik di www.simpelaja.com.
Masih dalam taraf underconstruction.
Belum sepenuhnya diisi kontennya.
SEMANGAT!!!
Melukis Pelangi
Ebook Melukis Pelangi,
meski masih dalam taraf kebut semalam bikinnya.
Sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu jadinya.
Well, setidaknya kita bisa berbagi rasa melalui buku itu.
Dan belajar lebih banyak lagi dari cerita adikadik Panti Asuhan.
Ceritanya bisa didownload di sini.
Jika ada revisi terbaru akan dikabari lahi... .
Gampang Ga Gampang
Gampang Ga Gampang
Dear all,
Sowwy borongan nanyanya. Urgent neh :DIni kondisinya :
- Gw tidak menjalankan ibadah puasa.
- Tinggal satu rumah ma ponaan (hanya berdua doank).
- Ponaan kelas 5 SD menjalankan ibadah puasa.
- Kantor biasanya tiap tahun meski bulan puasa ada katering, tapi tahun ini ga ada.
- Gw lokasi di Jakarta, harus berangkat gawe pukul 05.30an. Sampe rumah pukul 20.00, jemput ponaan, nyiapin segala keperluan sekolah, dll.
Demi segala kepraktisan termasuk kenyamanan urusan perut,Sepertinya solusi terbaik adalah :Malam hari pulang kerja kudu masak sendiri yang simpel untuk sahur ponaan, makan pagi gw, n bekal makan siang gw.*note : untuk buka puasa ponaan nebeng di rumah tantenya (destination pertama dia pulang sekolah)*
Dan kalau pagipagi gw kudu masak, mustahil banget. Ribet!Jadi malam masak dan bisa langsung diangetin terus buat pagi.Siap untuk sahur besoknya, atau dipacking untuk dibawa bekal.
Pertanyaan gw :
- Beda magic com, magic jar, rice cooker, slow cooker apaan? *istilahna banyak banget, dan gw ga tahu bedanya apaan*
- Ada saran ga untuk kondisi gw, jenis yang gimana n merk apa yangrekomended? Pengenna nyang bisa buat nanak nasi + angetin sayur/lauk sekalian.
- Sekalian minta resep masak sayur ama lauk yang simpel.
Tengs banget sebelumnya.
"Tan, gg puasa .. tdi gigi otek bgd kluar darah batal dehh""Waa tante d luar. makan siangmu gmn? Beli aja d warung biasa klo ga ada duit, bilang aj tante yg byr nti. gpp""Tpii udh lnjutin ghy .. boleh koq ..""Hah? Emg bole puasa sa'enak udele dewe putus nyambung gitu? wkwkwkwk""Kalo ank kcil boleh tpii cuma 1 x ..""Ooo msh anak kecil yak? wkwkkwk""Iyy .. "
Irisan Jejak Result n Reunion Indonesian Idol 2010
Irisan Jejak Result n Reunion Indonesian Idol 2010
by Et Ca on Thursday, August 12, 2010 at 1:39pm
: i-talkerz forum, mba uwie, dan ipe

Untuk kesekian kalinya, saya hanya bisa terbahak saat beberapa orang teman terperangah mendapati saya begitu getol mempromosikan sebuah Fan Page yang mendukung salah satu kontestan. Malah ada yang diamdiam menasehati saya pada waktu itu. Dan untuk yang terakhir kalinya, seorang kawan kekel mendengar saya akan ikut nonton acara itu. *wew* Mungkin kalau saya tidak terlibat sebuah hubungan kerja dengan pihak salah satu keluarga kontestan, maka saya akan terus dengan keautisan saya terhadapan dunia yang bernama entertainment. Sudah sekian lamanya saya bisa betah untuk tidak menonton acara televisi kecuali Oprah Show atau berita. Saat ini benda kotak -karena di rumah belum memiliki LCD- yang terhubung dengan antenna UHF itu terlalu sering menayangkan acara Sh*tnetron dan tayangan lebai yang menurut hemat saya hanya bersifat instant.
| Quote: |
| Mencoba flash back. 05 April 2010 saya ditelp seseorang,"Tolong bantuin promo Diana ya? lewat inet kayak *****(edited)" Begitu telp ditutup tetep ga ngeh, "Diana saha tah? promo buat apaan sih?" Teman saya langsung nyahut, "Diana anak pak Tani kaliii..." Lantas dia bersenandung lagu Diana Diana kekasihku... wkkwkwkwkwkwkwk kacau. Sejam kemudian orang itu telp lagi, cukup keyword : Diana... dan Indonesian Idol. Kontan membuat saya bengong. Hah? nonton tv saja blas ga pernah. Langsung deh saat itu juga gugling dan mendapat youtubenya. Phheww.. thx God aliran musiknya opera, bukan ALAY!! 06 April membuat Fan Page untuk salah satu kontestan Idol 2010. 10 April gabung di i-Talk Forum. Tanpa telp itu, rasanya tak mungkin join di sana. |
Being a forum walking again, Ca? Saya hanya meringis. Bukankah saya join karena dalam rangka tugas awalmulanya? Tapi tementemen baru pun didapat baik dari forum ini ataupun dari FP, thx Diana, meski saya belum pernah ketemu denganmu (coz selama ini kontak person saya hanya orangorang terdekat dia). Tapi melalui seorang Diana, orang lain pun menjadi terberkati.Next year? Hmmm belum tahu bakalan join di sana atau enggak.
Hari Sabtu pun berlangsung. Acara Result n Reunion yang sangat crowded jauh dari keheningan yang kusuka selama ini. Tapi tak apalah toh dari awal saya selalu ingin melihat bagaimana sebuah acara live dilaksanakan. Persiapannya, apa saja yang terjadi di saat iklan dsb. Dan sejauh ini sangat mengasyikkan menonton bersama temanteman baru di sana.
Eiitt's benarkah mereka temanteman baru semua? Tak disangkasangka, meski sempat mengenyahkan rasa penasaran,
"Siapa yang manggil saya di arena ini?" di saat masih di luaran gedung saat masih antri untuk masuk ke tribun.
Ternyata begitu saya duduk, dua orang teman yang sangat lama mencolek saya dari belakang sambil terkekeh. "What?!" Wow tak disangka saya berjumpa teman di arena yang hingar ini. Yang awalnya saya sempat hopeless dengan kamera saya yang tidak dapat mengambil gambar dengan bagus mendadak sumringah mengingat salah satu dari teman saya itu lagi hobby fotografi. Uhuuiiiiiiiiiiiiii, itu artinya saya mendapatkan kemungkinan hasil foto yang bagus dengan mengcopy file-file itu darinya. Tengs non.
Sukses menonton acara Result n Reunion, maka acara gathering begadangan pun dimulai. Next destination KFC Daan Mogot 24 jam. Kami bersebelas di sana. Berbicara tentang apa saja. Saya baru sekalinya bergabung dengan mereka kecuali dengan salah satu orang di sana, tapi rasanya semua bisa nyambung ketika ngobrol. Atau memang mood saya sedang bagus? Dunno. Setelah itu tujuan kedua, karaoke ternyata harus gagal. Lah mana ada karaokean buka 24 jam? Jam di ponsel menunjukkan pukul 04.00 subuh, dengan keentahan mau kemana, akhirnya diputuskan pindah lokasi ke Gedung Olah Raga Senayan, dengan tujuan lari pagi!! Wakakakakakkakaka kacau memang. Tapi sungguh udara pagi itu sangat segar, serupa benda langka yang ada di Jakarta. Belum lagi sekitar pukul 07.30 saat hendak pulang kita semua dibuat terkagetkaget melihat pintu gerbang yang digembok!! Dan lebih shocked lagi saat harus pasrah menunggu hingga pukul 10.00 untuk pintu gerbang dibuka. But thx God, dewi Fortuna dipihak kami. Tak lama kemudian pintu gerbang dibuka juga. Hahahhahaha sebuah petualangan menghabiskan malam, subuh dan pagi dengan keriuhan bersama temanteman baru anakanak i-talk Forum. Bersiap menyongsong Italk Forum yang kabarnya akan down di bulan November.
remahremah perjalanan yang dikumpulkan menjadi tulisan tanpa bungkusan apaapa. Meski masih banyak yang terbingkai dalam foto tanpa pigura.
Onigiri
Onigiri
by Et Ca on Friday, July 16, 2010 at 12:28am
sebuah kelanjutan kisah Pedang dan Kuas

... 10 purnama dari perjalanan yang lalu sebuah kisah mulai dilanjutkan
Tak boleh tersungkur sekalipun banyak yang membadai.
Seperti boneka jempol Onigiri, yang senantiasa tegak, meski digoyang kanan kiri... .
Janissary Samorau atau yang biasa dipanggil Jan, kedatangan kawannya dari jauh desa Koga. Mochizuki Chiyome perempuan yang sengaja berlibur ke kota Edo selama tiga minggu. Mau tak mau Jan menyisihkan waktu untuk perempuan itu di sela pekerjaannya. Perjalanan yang pertama Jan mengajak Chiyome ke kota Osaka. Sengaja di sana sambil menonton Noh. Sebuah drama klasik Jepang klasik yang tersusun atas mai (tarian). hayashi (musik) dan utai (katakata yangg biasanya dalam lagulagu). Perjalanan yang lumayan jauh itu sempat membagikan berbagai kisah perjalanan hidupnya. Boleh dibilang Jan baru pertama kalinya bertemu dengan Chiyome. Barangkali kedengarannya janggal. Tapi itulah yang ada Chiyome adalah sahabat dari kerabat jauhnya.
Pertemanan dan pertemuan adalah sebuah titik dengan banyak bingkai. Tak disangkasangka berita duka singgah, ibunda dari kerabatnya meninggal. Tak ayal lagi Chiyome langsung datang melayat bersama beberapa orang kawannya. Lalu di manakah Jan? Jan tak bisa hadir, padahal hari itu dia tidak tengah bekerja. Lalu apa yang terjadi? Lagilagi Jan harus tumbang dengan rasa penatnya setelah perjalanan ke Osaka bersama Chiyome. Sakit itu menghalanginya untuk memberikan sebuah penghormatan terakhir. Jan pun tak pernah menyangka ibunda dari kerabatnya meninggal sedemikian cepat. Lalu bagaimana dengan .... ? sebuah kalimat dibiarkannya menggantung. Masih ingat betul dia pertemuan pertama meringankan beban di pundak. Bulan pertama di tahun ini.

Diamdiam Jan mengamati kerabatnya. Ada pilu dan ngilu yang dia rasakan. Bahkan diamdiam merasa iri. Kerabatnya memiliki keluarga besar. Lalu bagaimana dengan aku? Jan hanya bertiga saja di rumah itu. Apakah ia akan sanggup menatap dalam diamdiam sebuah perjuangan tanpa akhir? Kecuali sebuah kematian. Apakah ia akan sanggup menjadi tulang punggung untuk sebuah rasa di rumah itu. Bangunan kecil yang tak boleh rapuh. Bangunan kecil yang telah dipondasi dengan kasih sayang sang ayah dan ibunya. Sungguh kerabatnya sangat beruntung memiliki banyak orang yang saling mengisi di rumah itu.
Jan memalingkan mukanya. Dia tak sanggup melanjutkan pikirannya yang mulai berkembara dengan tidak jelas itu. Mungkin memang sudah betul jalan yang DIA pilihkan. Akan lebih baik Jan tak datang di rumah itu. Karena Jan akan tak berdaya dan menatap kosong.
Jan menghela nafas panjang, "Maafkan aku kerabat... . Karena aku terkesan egois. Terlalu banyak perih dan air mata di sana, mengingatkan telaga yang pernah berdarah di perjalanan hidup. Tahun yang aku tak pernah ingin ingat. Tapi yang pasti jadilah kita sebuah Onigiri yang selalu tegak meski ada yang membadai di sekeliling... ."
***
Seminggu kemudian. Jan akan bertemu dengan kerabat dan temantemannya termasuk Chiyome dalam suasana yang lain. Perjalanan panjang seusai dia bekerja pun ia lakukan malam itu. Berbekal info tentang lokasi dari dua orang temannya yang lain, karena dia belum pernah singgah di kedai itu. Meski sebentar, Jan akhirnya bertemu dengan mereka. Jan menatap kerabatnya sambil membatin "Baikbaiklah kamu ya.. "
Keesokan harinya, siang itu tanpa disangkasangka lagilagi Jan bertemu dengan Chiyome dan temannya di sebuah kedai yang lain. Aha, benarbenar terlalu banyak bingkai pertemuan untuknya. Apalagi Chiyome hari Senin besoknya sudah akan melaut kembali ke kota asalnya. Jadilah Jan dan Chiyome menghabiskan waktu sampai malam. Lalu di sana juga Jan bercerita, ketika ke kedai yang malam sebelumnya, diamdiam rupanya Ukifune Jinnai salah seorang teman yang ditanyai arah jalan ke kedai itu juga berada di tempat yang sama. Darn! Jan tak pernah tahu mengapa Jinnai diamdiam juga datang ke kedai itu?
Jan segera mengalihkan pembicaraan itu meski dia sendiri juga yang membuka topiknya. "Chiyome, besok kamu akan pulang, lalu apalagi keinginanmu? maaf tak ada suatu barangpun ku belikan untukmu."
"Hey Jan, kamu telah meluangkan waktumu... perjalanan ke Osaka itu... ." sambil tersenyum.
"Yup, moment perjalanan ke kota seberang, dengan serba minimalis. hahahahha.." disambung derai tawa mereka berdua.
"Aku ingin bertemu Oda Nobunaga," sambung Chiyome tibatiba... .
"Hmmm.. tunggu sebentar.. ."
Jan langsung berkuda menuju salah satu kawannya, tapi sayangnya dia tidak mendapati waktu untuk sebuah pertemuan antar mereka. Nobunaga telah usai berlibur bersama keluarganya ke Korea. Tapi Jan yakin suatu saat Nobunaga pasti akan menepati janjinya, bertemu dengan Chiyome. Juga Jan dan temanteman yang lain. Sosok Nobunaga yang kocak tapi sangat lembut hatinya, dan menjadi figur seorang ayah bagi Jan dan temantemannya. Nobunaga memang menghilang usai pertemuan terakhir dengan mereka merayakan ulang tahun Nobunaga. Sebuah tanggal lahir yang sama dengan Jan. Jan sendiri pernah dimarahi Nobunaga, "Jan, setahun itu ada 365 hari, mengapa kamu memilih dilahirkan pada tanggal dan bulan yang sama denganku?"
Hahahahhahah masih teringat dengan jelas guyonan Nobunaga di benak Jan.
Jan tersenyum.
Betapa Tuhan memberikan sebuah kasih karunia untuknya.
Sejauh ini Jan telah berjalan.
Bukan karena ia kuat, tetapi inilah yang telah dilaluinya... .
Unspoken Words
... Life's a miracle, let me tell you why. If you look above you, there are no more stars. Like this one in the sky.
Life's a miracle, we gotta make the most. Of the passing moment, Gotta do our best, there'll be time enough to rest...
Copas from Note FB Posted: 30 Jun 2010 9:31pm | Uploaded via Facebook Mobile









