Toko Online Simpel Aja





Yak akhirnya diberanikan diri untuk mengembangkan situs toko online.
Menjual apa saja, dengan sarana pertemanan.
Ya setidaknya kami belajar untuk mencoba.
silahkan klik di www.simpelaja.com.
Masih dalam taraf underconstruction.
Belum sepenuhnya diisi kontennya.
SEMANGAT!!!

Melukis Pelangi





Ebook Melukis Pelangi,
meski masih dalam taraf kebut semalam bikinnya.
Sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu jadinya.
Well, setidaknya kita bisa berbagi rasa melalui buku itu.
Dan belajar lebih banyak lagi dari cerita adikadik Panti Asuhan.
Ceritanya bisa didownload di sini.
Jika ada revisi terbaru akan dikabari lahi... .



Gampang Ga Gampang


Gampang Ga Gampang

by Et Ca on Monday, August 16, 2010 at 4:19pm



Berawal ketika saya membaca thread di Kuliner. Ada bagian katakata yang tak asing. Dalam hati bertanya, "Bukankah itu reply dari thread yang dulu pernah kubuat di tetangga sebelah?" Aha?! ternyata memang betul adanya. Bagi beberapa orang kawan saya, terutama yang setahun ini bareng dengan saya pastilah tahu betul gambar yang saya pilihkan ini. Betapa dulu saya pernah dikondisikan terpaksa harus memasak tiap malam/pagi selama sebulan. Wow. Meski saya seorang perempuan, tetapi memasak adalah bukan salah satu kemahiran saya. Ingat yak. BUKAN kemahiran saya. Dituliskan dengan tulisan capslock.  Apalagi jika kalian membaca tulisan yang pernah saya posting di empat forum yang berbeda dengan isi thread yang sama. Wakakakakak seperti kejar setoran, mencari jawaban sebanyakbanyaknya.

Dear all,

Sowwy borongan nanyanya. Urgent neh :D    
Ini kondisinya :
  1. Gw tidak menjalankan ibadah puasa.
  2. Tinggal satu rumah ma ponaan (hanya berdua doank).
  3. Ponaan kelas 5 SD menjalankan ibadah puasa.
  4. Kantor biasanya tiap tahun meski bulan puasa ada katering, tapi tahun ini ga ada.
  5. Gw lokasi di Jakarta, harus berangkat gawe pukul 05.30an. Sampe rumah pukul 20.00, jemput ponaan, nyiapin segala keperluan sekolah, dll.
Demi segala kepraktisan termasuk kenyamanan urusan perut,
Sepertinya solusi terbaik adalah :
Malam hari pulang kerja kudu masak sendiri yang simpel untuk sahur ponaan, makan pagi gw, n bekal makan siang gw.
*note : untuk buka puasa ponaan nebeng di rumah tantenya (destination pertama dia pulang sekolah)*

Dan kalau pagipagi gw kudu masak, mustahil banget. Ribet!
Jadi malam masak dan bisa langsung diangetin terus buat pagi.
Siap untuk sahur besoknya, atau dipacking untuk dibawa bekal.

Pertanyaan gw :
  1. Beda magic com, magic jar, rice cooker, slow cooker apaan? *istilahna banyak banget, dan gw ga tahu bedanya apaan*
  2. Ada saran ga untuk kondisi gw, jenis yang gimana n merk apa yangrekomended? Pengenna nyang bisa buat nanak nasi + angetin sayur/lauk sekalian.
  3. Sekalian minta resep masak sayur ama lauk yang simpel.
Tengs banget sebelumnya.

Selesai posting saya langsung mengirimkan broadcast link thread tersebut ke Yahoo Messager. Ck ck ck ck benarbenar sebuah metodologi untuk mencari jawaban sesegera mungkin. Apalagi dengan bumbu penulisan seperti itu, terasa dramatisir. Terserah kalian penilaiannya seperti apa, tapi memang itu yang saya alami. Yak, beberapa orang yang tidak saya kenal mereply thread di keempat forum tersebut. Terimakasih banyak teman. Termasuk beberapa orang kawan yang memang hobby memasak. Mantan momod Kuliner yang kebetulan bekerja di salah satu reporter tabloid masakan, mantan koki di negeri Belanda (beliau ini native Belanda, tapi you know what?!! kemampuan masakan Indonesianya tidak boleh diragukan, saya saja kalah telak! Doh bandingin kok dengan saya. wkwkwk), dan juga para momod Kuliner serta masih banyak lagi yang tak dapat disebutkan satu persatu. Bahkan ada yang sempat nyeletuk, "wah anakanak DD migrasi ke thread di Keluarga/Rumah Tangga". 
Bahkan tak disangkasangka sosok ayah bagi warna DD mengirimkan buku resep masakan pada saya ke kantor. Ya amppuunnn betapa baiknya kalian. 

Tak disangkasangka seorang kawan menawarkan bantuan perihal pencarian rice-cooker. Sebetulnya saya tidak ingat kapan benda itu dibeli, tapi usai membaca thread itu. Ingatan dipulihkan sejenak, ternyata pada hari hari pertama puasa. Dan ketika saya menaikkan thread itu, dia pun membalasnya, "dan ga terasa udah 1taun gw yg nemenin lu beli nih rice cooker." Hahhhaha. 

Memasak itu memang gampang ga gampang. Kalau memasak perdagingan saya biasanya jadi tidak PD, hadoohh. Pengalaman satu bulan dipaksa memasak tiap hari membuat saya makin salut pada mereka yang masih sempat memasak untuk keluarganya tiap hari serta menjadi wanita kantor. Eiittt ini khususnya buat mereka yang merasakan hidup di kota metropolitan yak. Di mana kebanyakan waktu seakan terbuang percuma di perjalanan.

Hari ini, adalah salah satu hari dari kelima hari yang saya lewati menjadi single mom (lagi). Setahun yang lalu pula saya dipaksa untuk belajar menjadi seorang mom untuk keponaan saya selama 4 bulan. Hidup hanya berdua, dan itu tidaklah mudah. Saya dan ponaan masingmasing belajar bagaimana untuk bisa saling mengalah. Mungkin kedengarannya lucu, tapi untuk saya yang biasa bontot dan ponaan yang biasa menjadi anak tunggal menjadi serupa besi menajamkan besi saat karakter kami saling diadu. Namanya bocah ABG tanggung. Kehidupan tanpa seorang mamanya mungkin membuat dia terkadang iri dengan saudara sepupunya. Setelah itu gampang bentrok dan imbasnya setiap malam dijemput di rumah tantenya selalu terjadi pertengkaranpertengkaran kecil. Rasa capek psikis dan fisik membuahkan sikapsikap konyol kalau diingat. Betapa tidak, saat amarah dalam kondisi puncak sampai menghabiskan pulsa 60ribu karena telepon lintas operator. Di dalamnya hanya ada isak dan tangis mengadu pada mamanya. Siapakah yang mengadu? Kurasa kalian salah menduga. Yup, bukan ponaan. Tapi saya yang mengadu pada mama saya. Konyol kan? Sudah setua ini masih mengadu.  Saya mengadu bukan mengeluhkan sikap ponaan yang terkadang nekat. Ya dia pernah nekat menghamburkan isi tasnya sehingga bukubukunya ke jalan. Tapi yang kukeluhkan adalah, "Mengapa aku tak mampu bersabar?"

Lalu mama dengan bijaknya berkata, "Gak ada yang salah di sini. Kamu sudah lelah bekerja, mengurus segalanya sendiri, dan anak itu rindu akan mamanya." Mama juga sudah memperkirakan hal ini akan terjadi. Suatu kawasan ledakan emosi yang membuncah tanpa kendali.

Well, semua memang menjadi pembelajaran. Saya belajar untuk lebih mengefisienkan waktu untuk mengerjakan banyak hal. Terutama saat 4 bulan itu sempat pindahan rumah. Betulbetul extra melelahkan. Ponaan sudah tidak semanja dahulu. Tiap pagi kini lebih mudah dibangunkan untuk sahur. Dan aktivitas malah lancar. Puji Tuhan. Malah ada obrolan konyol Sabtu lalu:
"Tan, gg puasa .. tdi gigi otek bgd kluar darah batal dehh"
"Waa tante d luar. makan siangmu gmn? Beli aja d warung biasa klo ga ada duit, bilang aj tante yg byr nti. gpp"
"Tpii udh lnjutin ghy .. boleh koq .."
"Hah? Emg bole puasa sa'enak udele dewe putus nyambung gitu? wkwkwkwk"
"Kalo ank kcil boleh tpii cuma 1 x .."
"Ooo msh anak kecil yak? wkwkkwk"
"Iyy .. "

Hahahha dasar anak kecil, tahun ini masih mending lah dibanding tahun lalu yang tiap pagi nyiapin sahur buat dia, ga tahunya siangsiang dia sms, "Tan... batal puasa.. blablablabla" dengan 1000 alasan yang sering bikin gemas. Ya iyalah secara sudah musti extra bangun pagi dan dia ga kuasa menahan puasa. Wkwkwkwkkw. 
Ok setelah satu tahun berlalu, bila ada yang iseng bertanya,
"Sekarang sudah lebih bisa masak apa saja?"
Dan saya akan dengan entengnya menjawab,
"Tetap ga bisa masak juga."
GUBRAKS!!

ps :
really thx buat semua kebaikan dan kepedulian temanteman.
Juga yang pernah reply atas thread
"[Nanya]Beda magic com, magic jar, rice cooker, slow cooker + Minta Resep Masak Simpel"
Tuhan memberkati. :)

Irisan Jejak Result n Reunion Indonesian Idol 2010

Irisan Jejak Result n Reunion Indonesian Idol 2010
by Et Ca on Thursday, August 12, 2010 at 1:39pm
: i-talkerz forum, mba uwie, dan ipe




Untuk kesekian kalinya, saya hanya bisa terbahak saat beberapa orang teman terperangah mendapati saya begitu getol mempromosikan sebuah Fan Page yang mendukung salah satu kontestan. Malah ada yang diamdiam menasehati saya pada waktu itu. Dan untuk yang terakhir kalinya, seorang kawan kekel mendengar saya akan ikut nonton acara itu. *wew* Mungkin kalau saya tidak terlibat sebuah hubungan kerja dengan pihak salah satu keluarga kontestan, maka saya akan terus dengan keautisan saya terhadapan dunia yang bernama entertainment. Sudah sekian lamanya saya bisa betah untuk tidak menonton acara televisi kecuali Oprah Show atau berita. Saat ini benda kotak -karena di rumah belum memiliki LCD- yang terhubung dengan antenna UHF itu terlalu sering menayangkan acara Sh*tnetron dan tayangan lebai yang menurut hemat saya hanya bersifat instant.

Quote:
Mencoba flash back.
05 April 2010 saya ditelp seseorang,"Tolong bantuin promo Diana ya? lewat inet kayak *****(edited)"
Begitu telp ditutup tetep ga ngeh, "Diana saha tah? promo buat apaan sih?"
Teman saya langsung nyahut, "Diana anak pak Tani kaliii..."
Lantas dia bersenandung lagu Diana Diana kekasihku...
wkkwkwkwkwkwkwk kacau.

Sejam kemudian orang itu telp lagi, cukup keyword : Diana... dan Indonesian Idol.
Kontan membuat saya bengong.
Hah? nonton tv saja blas ga pernah.
Langsung deh saat itu juga gugling dan mendapat youtubenya.
Phheww.. thx God aliran musiknya opera, bukan ALAY!!

06 April membuat Fan Page untuk salah satu kontestan Idol 2010.
10 April gabung di i-Talk Forum.
Tanpa telp itu, rasanya tak mungkin join di sana.


Being a forum walking again, Ca? Saya hanya meringis. Bukankah saya join karena dalam rangka tugas awalmulanya? Tapi tementemen baru pun didapat baik dari forum ini ataupun dari FP, thx Diana, meski saya belum pernah ketemu denganmu (coz selama ini kontak person saya hanya orangorang terdekat dia). Tapi melalui seorang Diana, orang lain pun menjadi terberkati.Next year? Hmmm belum tahu bakalan join di sana atau enggak.

Hari Sabtu pun berlangsung. Acara Result n Reunion yang sangat crowded jauh dari keheningan yang kusuka selama ini. Tapi tak apalah toh dari awal saya selalu ingin melihat bagaimana sebuah acara live dilaksanakan. Persiapannya, apa saja yang terjadi di saat iklan dsb. Dan sejauh ini sangat mengasyikkan menonton bersama temanteman baru di sana.
Eiitt's benarkah mereka temanteman baru semua? Tak disangkasangka, meski sempat mengenyahkan rasa penasaran,
"Siapa yang manggil saya di arena ini?" di saat masih di luaran gedung saat masih antri untuk masuk ke tribun.
Ternyata begitu saya duduk, dua orang teman yang sangat lama mencolek saya dari belakang sambil terkekeh. "What?!" Wow tak disangka saya berjumpa teman di arena yang hingar ini. Yang awalnya saya sempat hopeless dengan kamera saya yang tidak dapat mengambil gambar dengan bagus mendadak sumringah mengingat salah satu dari teman saya itu lagi hobby fotografi. Uhuuiiiiiiiiiiiiii, itu artinya saya mendapatkan kemungkinan hasil foto yang bagus dengan mengcopy file-file itu darinya. Tengs non.

Sukses menonton acara Result n Reunion, maka acara gathering begadangan pun dimulai. Next destination KFC Daan Mogot 24 jam. Kami bersebelas di sana. Berbicara tentang apa saja. Saya baru sekalinya bergabung dengan mereka kecuali dengan salah satu orang di sana, tapi rasanya semua bisa nyambung ketika ngobrol. Atau memang mood saya sedang bagus? Dunno. Setelah itu tujuan kedua, karaoke ternyata harus gagal. Lah mana ada karaokean buka 24 jam? Jam di ponsel menunjukkan pukul 04.00 subuh, dengan keentahan mau kemana, akhirnya diputuskan pindah lokasi ke Gedung Olah Raga Senayan, dengan tujuan lari pagi!! Wakakakakakkakaka kacau memang. Tapi sungguh udara pagi itu sangat segar, serupa benda langka yang ada di Jakarta. Belum lagi sekitar pukul 07.30 saat hendak pulang kita semua dibuat terkagetkaget melihat pintu gerbang yang digembok!! Dan lebih shocked lagi saat harus pasrah menunggu hingga pukul 10.00 untuk pintu gerbang dibuka. But thx God, dewi Fortuna dipihak kami. Tak lama kemudian pintu gerbang dibuka juga. Hahahhahaha sebuah petualangan menghabiskan malam, subuh dan pagi dengan keriuhan bersama temanteman baru anakanak i-talk Forum. Bersiap menyongsong Italk Forum yang kabarnya akan down di bulan November. senyum

remahremah perjalanan yang dikumpulkan menjadi tulisan tanpa bungkusan apaapa. Meski masih banyak yang terbingkai dalam foto tanpa pigura.

Onigiri

Onigiri
by Et Ca on Friday, July 16, 2010 at 12:28am
sebuah kelanjutan kisah Pedang dan Kuas 



... 10 purnama dari perjalanan yang lalu sebuah kisah mulai dilanjutkan
Tak boleh tersungkur sekalipun banyak yang membadai.
Seperti boneka jempol Onigiri, yang senantiasa tegak, meski digoyang kanan kiri... .


Janissary Samorau atau yang biasa dipanggil Jan, kedatangan kawannya dari jauh desa Koga. Mochizuki Chiyome perempuan yang sengaja berlibur ke kota Edo selama tiga minggu. Mau tak mau Jan menyisihkan waktu untuk perempuan itu di sela pekerjaannya. Perjalanan yang pertama Jan mengajak Chiyome ke kota Osaka. Sengaja di sana sambil menonton Noh. Sebuah drama klasik Jepang klasik yang tersusun atas mai (tarian). hayashi (musik) dan utai (katakata yangg biasanya dalam lagulagu). Perjalanan yang lumayan jauh itu sempat membagikan berbagai kisah perjalanan hidupnya. Boleh dibilang Jan baru pertama kalinya bertemu dengan Chiyome. Barangkali kedengarannya janggal. Tapi itulah yang ada Chiyome adalah sahabat dari kerabat jauhnya.

Pertemanan dan pertemuan adalah sebuah titik dengan banyak bingkai. Tak disangkasangka berita duka singgah, ibunda dari kerabatnya meninggal. Tak ayal lagi Chiyome langsung datang melayat bersama beberapa orang kawannya. Lalu di manakah Jan? Jan tak bisa hadir, padahal hari itu dia tidak tengah bekerja. Lalu apa yang terjadi? Lagilagi Jan harus tumbang dengan rasa penatnya setelah perjalanan ke Osaka bersama Chiyome. Sakit itu menghalanginya untuk memberikan sebuah penghormatan terakhir. Jan pun tak pernah menyangka ibunda dari kerabatnya meninggal sedemikian cepat. Lalu bagaimana dengan .... ? sebuah kalimat dibiarkannya menggantung. Masih ingat betul dia pertemuan pertama meringankan beban di pundak. Bulan pertama di tahun ini. 



Diamdiam Jan mengamati kerabatnya. Ada pilu dan ngilu yang dia rasakan. Bahkan diamdiam merasa iri. Kerabatnya memiliki keluarga besar. Lalu bagaimana dengan aku? Jan hanya bertiga saja di rumah itu. Apakah ia akan sanggup menatap dalam diamdiam sebuah perjuangan tanpa akhir? Kecuali sebuah kematian. Apakah ia akan sanggup menjadi tulang punggung untuk sebuah rasa di rumah itu. Bangunan kecil yang tak boleh rapuh. Bangunan kecil yang telah dipondasi dengan kasih sayang sang ayah dan ibunya. Sungguh kerabatnya sangat beruntung memiliki banyak orang yang saling mengisi di rumah itu.

Jan memalingkan mukanya. Dia tak sanggup melanjutkan pikirannya yang mulai berkembara dengan tidak jelas itu. Mungkin memang sudah betul jalan yang DIA pilihkan. Akan lebih baik Jan tak datang di rumah itu. Karena Jan akan tak berdaya dan menatap kosong. 
Jan menghela nafas panjang, "Maafkan aku kerabat... . Karena aku terkesan egois. Terlalu banyak perih dan air mata di sana, mengingatkan telaga yang pernah berdarah di perjalanan hidup. Tahun yang aku tak pernah ingin ingat. Tapi yang pasti jadilah kita sebuah Onigiri yang selalu tegak meski ada yang membadai di sekeliling... ."

***

Seminggu kemudian. Jan akan bertemu dengan kerabat dan temantemannya termasuk Chiyome dalam suasana yang lain. Perjalanan panjang seusai dia bekerja pun ia lakukan malam itu. Berbekal info tentang lokasi dari dua orang temannya yang lain, karena dia belum pernah singgah di kedai itu. Meski sebentar, Jan akhirnya bertemu dengan mereka. Jan menatap kerabatnya sambil membatin "Baikbaiklah kamu ya.. "

Keesokan harinya, siang itu tanpa disangkasangka lagilagi Jan bertemu dengan Chiyome dan temannya di sebuah kedai yang lain. Aha, benarbenar terlalu banyak bingkai pertemuan untuknya. Apalagi Chiyome hari Senin besoknya sudah akan melaut kembali ke kota asalnya. Jadilah Jan dan Chiyome menghabiskan waktu sampai malam. Lalu di sana juga Jan bercerita, ketika ke kedai yang malam sebelumnya, diamdiam rupanya Ukifune Jinnai salah seorang teman yang ditanyai arah jalan ke kedai itu juga berada di tempat yang sama. Darn! Jan tak pernah tahu mengapa Jinnai diamdiam juga datang ke kedai itu?

Jan segera mengalihkan pembicaraan itu meski dia sendiri juga yang membuka topiknya. "Chiyome, besok kamu akan pulang, lalu apalagi keinginanmu? maaf tak ada suatu barangpun ku belikan untukmu."
"Hey Jan, kamu telah meluangkan waktumu... perjalanan ke Osaka itu... ." sambil tersenyum.
"Yup, moment perjalanan ke kota seberang, dengan serba minimalis. hahahahha.." disambung derai tawa mereka berdua.
"Aku ingin bertemu Oda Nobunaga," sambung Chiyome tibatiba... .
"Hmmm.. tunggu sebentar.. ."

Jan langsung berkuda menuju salah satu kawannya, tapi sayangnya dia tidak mendapati waktu untuk sebuah pertemuan antar mereka. Nobunaga telah usai berlibur bersama keluarganya ke Korea. Tapi Jan yakin suatu saat Nobunaga pasti akan menepati janjinya, bertemu dengan Chiyome. Juga Jan dan temanteman yang lain. Sosok Nobunaga yang kocak tapi sangat lembut hatinya, dan menjadi figur seorang ayah bagi Jan dan temantemannya. Nobunaga memang menghilang usai pertemuan terakhir dengan mereka merayakan ulang tahun Nobunaga. Sebuah tanggal lahir yang sama dengan Jan. Jan sendiri pernah dimarahi Nobunaga, "Jan, setahun itu ada 365 hari, mengapa kamu memilih dilahirkan pada tanggal dan bulan yang sama denganku?"
Hahahahhahah masih teringat dengan jelas guyonan Nobunaga di benak Jan.

Jan tersenyum.
Betapa Tuhan memberikan sebuah kasih karunia untuknya.
Sejauh ini Jan telah berjalan.
Bukan karena ia kuat, tetapi inilah yang telah dilaluinya... .

Unspoken Words


... Life's a miracle, let me tell you why. If you look above you, there are no more stars. Like this one in the sky.
Life's a miracle, we gotta make the most. Of the passing moment, Gotta do our best, there'll be time enough to rest...



PostPosted: 30 Jun 2010 11:07 am    Post subject: Re: KataKata Kasat Mata
Reply with quote Edit/Delete this post


.. Biarlah senyap menjadi saksi tangismu,
melepas kepulangan Bunda pada sang Khalik..


Kalau saja aku bisa datang pagi ini ke rumahmu. Aku pasti akan datang. Tapi kakak melarangku untuk pergi karena tubuhku masih belum pulih.

Berita semalam yang ku dapat dari dua orang teman membuatku ngilu. Belum lepas dari ingatanku mendengar suaramu yang menjadi parau ketika kamu bercerita tentang mamamu, jumat malam lalu. Sangat kontras dengan obrolan kita sebelumnya saat berkumpul 6 orang. Penuh gelak dan canda.

Usai kamu mengantarkan satu persatu kawan kita. Dari kawasan tebet menuju rumah tinggal aku dan kamu. Berdua. Aku membaca suaramu. Kamu iri, ya jelas terpancar rasa irimu saat berkata,
"Mama kurus sekali sekarang... ...Tapi, Ca.. Kakakmu kan masih bisa pergi kemana-mana.."
"Iya, itu karena dia ga pernah mau ngerasain sakitnya. Dia menganggap dirinya tidak mengidap sakit itu. Dan aku hanya bisa keep support apapun yang dia lakukan."

Obrolan singkat ini mengingatkan pada obrolan singkat awal tahun lalu. Pertemuan usai pulang kerja di dekat rumahmu. Berawal dari kamu ingin mencicip oleh-oleh dari ownerku. Ya untuk segala macam cumi kamu akan melakukan apa saja. Hahaha konyol rasanya. Dan malam itu menjadi malam pertama kita berbagi beban yang sama.

Belum lama memang kita berteman. 2,5 tahun. Tapi awal Januari lalu kamu membuatku menangis dengan note yang kamu tulis. Our Friendship Just Begin. Terpapar dengan jelas sosok yang kamu ceritakan di sana adalah aku. Ku rasa terlalu berlebihan kau tuliskan di sana. Aku sendiri masih terus berjuang bagi kehidupanku.

Ketika mamamu transfusi darah aku tersentak. This is not a good sign. Sel ganas itu telah mempengaruhi sistem metafase pembelahan darah menjadi tidak sempurna. Lagi dan lagi aku memantaumu dari kejauhan sambil membacakan doa untuk yang terbaik. Aku mengenalmu, juga ibumu meski baru sekali berjumpa. Sosok yang baik hati dan ramah. Sifat ini pula yang dia turunkan ke anak-anaknya.
Aku tak akan pernah lupa ketika tiba-tiba kamu mengajukan diri untuk menemaniku beli rice cooker, di saat 4 bulan aku menjadi single parent bagi keponaanku sekaligus jadi berkarir di kawasan industri. Masa penuh letih fisik dan mental yang pernah ku lewati.

Bumi terus berputar. Waktu berganti hari. Keep strong teman. Nderek bela sungkawa. Tuhan memberkati.



Copas from Note FB Posted: 30 Jun 2010 9:31pm | Uploaded via Facebook Mobile